Agen Bola Terpercaya Indonesia – City Siap Redam Vardy Lagi

Update Terakhir: February 6, 2016

Agen Bola Terpercaya Indonesia - City Siap Redam Vardy Lagi

Agen Bola Terbaik – Manchester City mewaspadai benar potensi ancaman dari Jamie Vardy walaupun ada keyakinan penyerang Leicester itu akan bisa diredam saat kedua tim berhadapan di akhir pekan.

Di Etihad, Sabtu (6/2/2016) malam WIB, City akan menjamu Leicester. Saat ini kedua tim menempati dua tangga teratas Premier League dengan The Citizens membayangi The Foxes dengan selisih tiga poin.

Vardy, topskorer sementara liga dengan 18 gol, sudah pasti akan jadi andalan utama Leicester dalam usaha bikin gol. Sejauh ini penyerang 29 tahun itu di antaranya telah menjebol gawang Liverpool, Chelsea, Manchester United, dan Arsenal.

Akan tetapi, pemain yang sempat mencetak gol dalam 11 laga beruntun Premier League, memecahkan rekor Ruud van Nistelrooy, tersebut belum mampu menjebol gawang City musim ini, dengan pertemuan pertama kedua tim musim ini berakhir 0-0 pada akhir Desember lalu.

“(Kami akan menghadapinya) Dengan cara yang sama seperti ketika kami menghadapinya ketika kami bermain di kandang mereka,” ucap kiper City Joe Hart.

“Ia merupakan seorang pemain top dan pada saat ini ia sedang dalam puncak permainan, tapi kami pun demikian dan sudah siap menghadapi tantangan. Ia sedang oke-okenya, tapi kami akan meredamnya,” tegasnya.

 

Agen 998bet Terpercaya – Jarak mereka di puncak klasemen memang cuma tiga poin. Tapi di balik layar, Manchester City dan Leicester City punya gap yang luar biasa besar di banyak hal.

Rasanya tidak ada yang memprediksikan kalau perjamuan City terhadap Leicester di pekan ke-25 akan sangat memengaruhi perebutan gelar Premier League musim ini. The Foxes menjelang laga tersebut sebagai pemuncak klasemen, memimpin tiga angka di atas The Citizens di urutan dua.

Bersama Claudio Ranieri Leicester jadi kejutan besar di musim ini. Bukan sekadar jadi sensasi, dimotori Jamie Vardy dan Riyad Mahrez mereka malah dianggap berdiri di ambang sejarah untuk menjuarai Liga Inggris untuk kali pertama.

Duel di Etihad Stadium, Sabtu (6/2/2016) malam WIB diyakini akan berjalan ketat. Kondisi yang sangat berbeda jika melihat kondisi kedua tim di dalam dan luar lapangan. City dan Leicester adalah dua sisi mata uang yang berbeda.

Nilai Tim

Ketimpangan pertama – dan paling jelas terlihat – antara City dengan Leicester adalah besarnya nilai kedua tim.

Di musim panas lalu untuk mendatangkan Kevin De Bruyne dan Raheem Sterling saja manajemen City menghabiskan biaya sekitar 100 juta poundsterling. De Bruyne yang mengalami cedera dipastikan tidak akan main besok, namun begitu starting line up City masih akan sangat mahal yakni bernilai sekiyar 235 juta poundsterling.

Di sisi lain, Leicester mendapatkan pemain-pemainnya dengan harga cukup murah. Riyad Mahrez dibeli dengan 1,5 juta poundsterling, sementara Vardy diboyong dengan banderol 1 juta poundsterling saja. Pun begitu, Leicester melakukan belanja cukup besar di musim ini dengan belanjanya yang sekitar 25 juta poundsterling untuk di antaranya membeli Robert Huth, Shinji Okazaki, dan N’Golo Kante yang kini jadi pilar utama mereka.

Dikutip dari Daily Mail, nikai skuat Leicester saat ini tak sampai 10% dari nilai skuat City.

Gaji

Sergio Aguero dan Yaya Toure menjadi salah satu pemain dengan gaji tertinggi di Inggris saat ini. Dengan banyak pemain bintang lain ada di dalam skuat, tak mengherankan kalau City punya tagihan gaji pemain paling tinggi di Premier League saat ini. Total gaji yang dikeluarkan City musim ini untuk pemain-pemainnya adalah 215 juta poundsterling.

Jumlah tersebut jauh di atas Leicester. Untuk membayar gaji Vardy dkk di musim ini, Leicester ‘cuma’ harus mengeluarkan total dana sekitar 55 juta poundsterling.

Stadion

Etihad Stadium adalah stadion dengan rataan penonton terbanyak di Inggris saat ini, hanya kalah dari Arsenal dan Manchester United. Dengan kapasitas penonton 55.000 orang, Etihad Stadium rata-rata terisi 98,9% di musim ini.

Soal pemenuhan daya tampung, King Power Stadium tak kalah karena mampu mencapai angka 98,5%. Namun kapasitas kandang Leicester hanya 32.500 penonton.

Pemilik Klub

Leicester saat ini dimiliki oleh penguasa asal Thailand, Vichai Srivaddhanaprabha. Menurut Forbes dia saat ini memiliki kekayaan 1,5 miliar poundsterling. Srivaddhanaprabha menginvestasikan uang dalam jumlah yang tidak sedikit di Leicester.

Tapi Srivaddhanaprabha tidak ada apa-apanya dibanding dengan Sheik Mansour. Masih menurut laporan Forbes, pria asal Uni Emirat Arab itu memiliki kekayaan 17 miliar poundsterling. Sementara kekayaan keluarganya ditaksir bernilai 680 miliar poundsterling.

Trofi Mayor

Sepanjang sejarah berdirinya, Leicester sama sekali belum pernah memenangi Liga Inggris divisi teratas. Posisi terbaik yang mereka raih adalah sebagai runner up di tahun 1929. Leicester kini menjadi klub dengan gelar juara Divisi Satu terbanyak (rekor yang mereka pegang bersama Manchester City). Sukses tersebut terakhir mereka raih tahun 2014.

Trofi mayor terakhir yang didapat adalah Piala Liga. Di bawah arahan Martin O’Neill mereka jadi juara di tahun 2000. Leicester juga sudah empat kali masuk final Piala FA, yang semuanya diraih dalam selang 1949 sampai 1969. Tapi tak satupun yang berhasil dimenangi.

City punya gelar yang lebih banyak. Bahkan sebelum menjadi klub kaya raya, The Citizens sudah punya dua gelar Liga Inggris yakni di 1937 dan 1968. Sementara dalam empat musim terakhir mereka memenangi dua gelar Premier League.

Trofi lainnya yang sudah dimenangi adalah lima Piala FA, tiga Piala Liga, dan satu Piala Winners.