Agen Bola Terbaik – Ini Cara Mitra Kukar Memanfaatkan Kepincangan Semen Padang

Update Terakhir: January 25, 2016

Agen Bola Terbaik - Ini Cara Mitra Kukar Memanfaatkan Kepincangan Semen Padang

Agen Bola Terpercaya Indonesia – Mitra Kukar berhasil menjuarai Indonesia Championship Torabika Piala Jenderal Sudirman setelah di final berhasil menundukkan Semen Padang dengan skor 2-1, Minggu (24/1/2016) malam.

Mitra Kukar tertinggal lebih dulu oleh gol Adi Nugroho yang memanfaatkan assist Irsyad Maulana, namun pada babak kedua, kesebelasan berjuluk “Naga Mekes” tersebut berhasil mencetak gol melalui Michael Orah dan Yogi Rahadian.

Banyak yang menilai bahwa titik balik pertandingan ini terjadi pada babak kedua khususnya ketika Semen Padang harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-50. Kartu merah diberikan wasit Thariq Al Katiri pada Yuu Hyun Koo yang dua kali menerima kartu kuning.

Namun sebenarnya, kejelian taktik Jafri Sastra-lah yang berhasil membuat Mitra Kukar mengungguli Semen Padang. Lebih jauh, ia sebenarnya agak berjudi karena strategi yang ia gunakan bergantung pada cuaca dan kondisi lapangan.

Perubahan Transisi Semen Padang yang Merepotkan Mitra Kukar

Semen Padang bermain seperti biasanya meski hujan dengan deras mengguyur Stadion Gelora Bung Karno. Umpan-umpan panjang kala melancarkan serangan balik melalui kecepatan Vendry Mofu dan Nur Iskandar masih menjadi andalan.

Gol sendiri baru tercipta setelah masuknya Irsyad Maulana menggantikan Alwi pada pertengahan babak pertama. Masuknya Irsyad membuat serangan sisi kiri Semen Padang menjadi lebih hidup. Gol yang diciptakan Adi Nugroho sendiri memanfaatkan umpan silang Irsyad.

Hadirnya Irsyad memang menambah daya serang Semen Padang. Pelatih Semen Padang, Nil Maizar, mulai mengalirkan serangan kedua sayap setelah masuknya Irsyad. Sebelum Irsyad masuk, strategi serangan balik Semen Padang hanya mengandalkan Vendry-Nur Iskandar-Koko Lomell.

Ketika menyerang, awalnya Semen Padang yang berformasi dasar 4-4-2 mengubah formasinya menjadi 4-3-3. Yuu Hyun Koo menjadi holding midfielder di depan dua bek tengah, Handi Ramdan dan Elhadji, sementara Alwi dan Adi tak terlalu naik hingga sepertiga akhir lawan untuk mengantisipasi bola dialirkan ke sayap Mitra Kukar kala mereka melakukan serangan balik.

Serangan balik yang dilakukan Mitra Kukar memang dialirkan melalui sisi sayap khususnya sisi kiri yang ditempati Defry Riski. Karenanya penempatan Adi yang tak terlalu naik cukup membuat skema serangan Mitra Kukar tak berjalan dengan lancar.

Sementara itu, setelah Irsyad masuk, transisi dari bertahan ke menyerang semen Padang berubah menjadi 4-1-4-1. Nur Iskandar dan Vendry bermain agak ke dalam di sekitar area tengah. Keduanya memberikan umpan-umpan terobosan pada kedua pemain sayap. Gol Adi tercipta berkat Irsyad yang cukup leluasa memberikan umpan silang di mana Adi pun tak mendapatkan gangguan berarti saat menyambut bola.

Perubahan ini tampak tak diantisipasi oleh Mitra Kukar pada babak pertama. Meski pertahanan mereka bermain rapat, kedua full-back Mitra Kukar tampak kewalahan menghadapi serangan sayap Semen Padang. Kedua full-back pun tak mendapatkan bantuan dari gelandang tengah karena dua gelandang Mitra Kukar, Rizky Pellu dan Hendra Ridwan, bertugas mengawal di tengah, area di mana Nur Iskandar dan Vendry sering menerima bola.

Masuknya Rodrigo Sebagai Kunci Perubahan Mitra Kukar

Agen Bola Euro – Rodrigo masuk sebelum babak pertama berakhir menggantikan Syakir Sulaiman. Masuknya Rodrigo awalnya tak begitu terlihat efektif karena Mitra Kukar memainkan umpan panjang ke tengah. Pada konferensi pers usai laga, pelatih Mitra Kukar, Jafri Sastra, mengakui bahwa ia menginstruksikan untuk memainkan umpan panjang untuk me menghindari buruknya kondisi lapangan karena guyuran hujan.

Namun babak kedua hujan mulai mereda yang diikuti kondisi lapangan yang mulai membaik. Kondisi lapangan yang membaik inilah yang dinantikan Jafri Sastra di mana pada babak kedua anak asuhnya mulai diinstruksikan untuk memainkan umpan-umpan pendek yang menjadi ciri khas Mitra Kukar.

Hal tersebut dapat terlihat dari area bermain Rodrigo pada babak pertama dan babak kedua yang berubah. Jika pada babak pertama ia lebih sering mendekati Patrick dos Santos untuk memberikan umpan hasil duel udara dari umpan panjang, pada babak kedua ia bermain lebih mendekati Rizky Pellu. Perubahan gaya bermain yang didukung kondisi lapangan yang membaik pun membuat gelandang asal Brasil tersebut lebih berani menguasai bola lebih lama, apalagi dengan kelebihannya melewati pemain.

Strategi ini terbukti berhasil dengan mulai banyaknya pelanggaran-pelanggaran di area tengah lapangan bahkan depan kotak penalti. Pelanggaran yang dilakukan Hyun Koo, yang kemudian berbuah kartu merah, terjadi karena upaya gelandang asal Korea Selatan tersebut untuk menghentikan Rodrigo.

Namun hal itu hanya bagian awal strategi Jafri Sastra. Mitra Kuka sempat tetap kesulitan membongkar pertahanan Semen Padang meski unggul jumlah pemain. Pergantin Adi oleh Rudi di mana Semen Padang mengubah formasinya menjadi 4-4-1 membuat lini pertahanan Semen Padang tetap terorganisir dengan baik.

Hanya saja kemudian terjadi situasi yang menguntungkan di mana bek kiri Semen Padang, Novan Satya, mengalami cedera. Lantas ia digantikan oleh Ricky Ohorella. Hal inilah yang dimanfaatkan dengan baik oleh Jafri Sastra.

“Novan cedera pada babak kedua. Ia kemudian diganti Ricky. Saya tahu Ricky baru sembuh dari cedera,” ujar Jafri pada konferensi pers usai laga. “Makanya saya terus menginstruksikan anak asuh saya untuk menyerang lewat kanan. Hasilnya dua gol bisa kami ciptakan dari area tersebut.”

Proses terjadinya dua gol Mitra Kukar memang semuanya berasal dari sisi kanan serangan atau sisi kiri pertahanan Semen Padang. Gol Orah tercipta berkat pelanggaran di sisi kiri pertahanan Semen Padang (yang membuahkan tendangan bebas), sementara gol Yogi di menit ke-90 pun masuk dari sektor yang sama.

Kesimpulan

Keberhasilan Mitra Kukar memenangi pertandingan tak lepas dari perjudian Jafri Sastra yang berhasil. Jika hujan terus mengguyur lapangan, mungkin Mitra Kukar tak akan bisa memaksimalkan permainan terbaiknya karena terpaksa harus memainkan umpan panjang yang bukan ciri khasnya.

Namun pada babak kedua hujan mereda dan Mitra Kukar bisa kembali pada permainan khasnya. Ditambah dengan sisi kiri Semen Padang yang melemah setelah Novan cedera dan digantikan Ricky yang juga cedera, Jafri Sastra memaksimalkan taktiknya tersebut. Nil Maizar di kubu lawan pun mengakui kelemahannya skuatnya tersebut.

“Di babak kedua, kami kehilangan dua pemain penting. Hyun Koo (kartu merah) pemain yang melindungi pemain bertahan. Sementara Novan (cedera) dan Ricky juga baru sembuh dari cedera. Hasilnya kami kebobolan dua kali dari area tersebut,” ujar Nil.

Ini membuktikan bahwa Jafri Sastra berhasil dengan jeli memanfaatkan kelemahan Semen Padang. Ditambah dengan cuaca yang berpihak kepadanya, gelar juara pun bisa ia persembahkan untuk Mitra Kukar. Selamat Mitra Kukar!